Call Of Duty Black Ops Cold War

Pada akhir tahun di industri game berarti akan menjadi momen dimana kita dapat menikmati kembali seri terbaru dari Call of Duty yang saat ini sedang di persiapkan oleh Activision. Pada tahun 2020 memang terhitung sebagai tahun yang unik dan istimewa untuk rutinitas yang satu ini, mengingat dua hal yaitu  kedatangan konsol generasi berikutnya. dan berikutnya adalah bertemunya siklus tiga developer karena Sledgehammer di kabarkan tidak akan menangani seri apapun pada tahun ini karena masalah internal. Dan pada akhirnya tanggung jawab tersebut akhirnya di berikan pada Treyarch yang kemudian menjawab tantangan tersebut dengan Call Of Duty : Black Ops Cold War, sebuah seri lanjutan dari seri klasiknya.

Tidak seperti proyek sebelumnya – Call Of Duty: Black Ops IV yang menjual mode battle-royale dan sama sekali tanpa campaign, Black Opc Cold War hadir dengan mode cerita yang tentu saja difavoritkan oleh banyak gamer ini. Seri kali ini akan berfungsi sebagai sekuel langsung dari seri Black Ops perdana , dengan kembalinya karakter ikonik seperti Woods dan Mason di dalamnya. Di dalam permainan ini juga memiliki cerita yang menarik serta terdapat mekanik baru, seperti implementasi puzzle untuk membuka misi sampingan yang juga berkaitan kuat dengan cerita utama. Semuanya menyempurna lewat sistem pilihan cabang cerita yang bahkan memungkinkan anda untuk keluar dari pakem supremasi Amerika. PKV Games

Dari sisi visial, peningkatan yang ia tawarkan di bandingkan Modern Warfare memang tidak bisa di bilang signifikan bahkan untuk urusan fitur Ray Tracing yang sempat digembar gemborkan, implementasinya lebih banyak diarahkan untuk simulasi bayangna yang lebih akurat. Tidak ada ekstra perhatian untuk sistem refleksi yang saat ini, sepertinya menjadi “nyawa” Ray Tracing. Oleh karena itu, butuh perhatian ekstra untuk melihat perbedaan ketika fitur Ray-Tracing nya hidup atau mati di dalam versi PC.

Berbeda dengan seri seri Black Ops sebelumnya yang walaupun berbagi satu benang merah cerita yang sama, tetapi hadir dengan lompatan timeline yang jauh, Black Ops Cold War berperan sebagai seri sekuel langsung dari Call of Duty : Black Ops pertama dirilis di tahun 2010 dulu. Di awal tahun 1980-an Amerika Serikat yang berhasil mengamankan para otak di balik krisis sadera Iran ternyata menemukan satu nama yang tidak pernah kira akan mengemuka sebelumnya. Mereka yang bertanggung jawab atas kasus ini. Sebuah sosok mata mata misterius bernama Perseus berada di belakang layar. Sosok ini diyakini memiliki potensi besar membahayakan Amerika Serikat. Oleh karena itu juga President Ronald Reagan menugaskan operasi gelap untuk menumpasnya. Sekelompok pasukan khusus di racik untuk tugas ini, yang berisikan CIA Russell Adlr, Alex Mason, Frank Woods, Lawrence Sims, Lazar, Hudson, Helen dan operator baru bernama Bell.

Sosok Bell yang misterius yang menjadi tokoh protagonis utama, dimana sebagian besar cerita akan disajikan lewat perspektifnya. Penelusuran tim operasi gelap ke seluruh dunia, yang juga diikuti dengan korban jiwa yang berjatuhan di ketahui bahwa Perseus menguasai sebuah informasi rahasia Amerika Serikat yang disebut sebagai “Operation Greenlight”. Operasi ini mengungkap bagaiman negara adi daya ini ternyata sudah mempersiapkan begitu banyak bom neutron di dalam hampir semua kota besar di Eropa. Hal ini untuk mengantasipasi invasi dari Soviet di masa depan seperti yang di prediksi, Perseus menginginkan komando atas bom bom ini dan menjadikan Amerika Serikat sebagai kambing hitam.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

youwinimajbetmilanobetinterbahistipobetyatırımsız deneme bonusu

wso.txt